Last Updated:

Q&A Kawal Pilpres 2019

Administrator
Administrator
Gerakan Masyarakat Ayo Nyoblos Ayo Pantau - Kawal Pilpres 
  1. Apa itu Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau? 

Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau adalah sebuah gerakan masyarakat sipil yang aktif mewujudkan pemilu damai dan berkualitas dengan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan melaporkan hasil penghitungan pilpres di TPS dengan metode Real Count (minimal 80% dari jumlah pemilih atau TPS) dengan cara memfoto formulir C1 Plano melalui aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019 didalam aplikasi PeSankita Indonesia.

Gerakan Ayo Nyoblos diawali dengan roadshow sosialisasi di 6 kota Jabodetabek dan Jawa Barat sejak awal tahun 2019. Antusiasme masyarakat yang ditemui sepanjang proses sosialisasi dan dinamika yang ada di masyarakat mendorong lahirnya Gerakan Ayo Pantau.

  1. Siapa saja yang terlibat dalam Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau?

Gerakan ini digaungkan oleh berbagai lembaga dan komunitas, antara lain Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Gerakan Kebangsaan Indonesia, dan Pena HAM. Gerakan ini terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Apa itu sistem Kawal Pilpres 2019?

Kawal Pilpres 2019 adalah sistem dengan prinsip netral, berintegritas dan terbuka yang dibuat untuk mendukung Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau.

Kawal Pilpres 2019 berbentuk aplikasi mikro didalam aplikasi PeSankita Indonesia. Kawal Pilpres 2019 memanfaatkan PeSankita sebagai platform aplikasi mobile yang aman dan handal agar dapat dapat dibuat dalam waktu singkat dengan keamanan tinggi namun mudah digunakan. PeSankita merupakan produk nasional yang dapat diunduh gratis di Play Store untuk Android dan Appstore untuk iOS.

Kawal Pilpres 2019 mengharapkan minimum 3 laporan dari 3 pelapor berbeda per TPS agar laporan dapat saling dibandingkan. Setiap laporan akan dirimkan secara acak oleh sistem ke 3 relawan untuk dilakukan verifikasi sehingga memiliki integritas data yang tinggi. Jika 1 relawan dapat melaporkan hasil hitung dari beberapa TPS yang berdekatan, maka dibutuhkan 500 ribu relawan yang tersebar diseluruh Indonesia untuk mencakup 80% jumlah pemilih atau TPS.

  1. Mengapa membuat sistem Kawal Pilpres 2019?

Kawal Pilpres 2019 dibuat untuk menjawab kebutuhan Gerakan Ayo Pantau yang membutuhkan sistem yang dibangun dengan berprinsip netral, berintegritas, dan terbuka.

Sistem KPU menyimpan dan menampilkan salinan formulir C1, bukan C1 Plano.

Sistem Bawaslu menyimpan C1 Plano tetapi bersifat tertutup dan hanya digunakan jika terjadi gugatan.

Sistem yang dibuat masing-masing paslon tidak netral dan tidak terbuka.

Sistem Kawal Pemilu tidak berbasis aplikasi dan harus memiliki akun Facebook.

  1. Apa bedanya Kawal Pemilu dengan Kawal Pilpres 2019?

Kawal Pemilu dan Kawal Pilpres 2019 adalah mempunyai tujuan yang serupa, tapi merupakan 2 sistem yang berbeda dengan platform teknologi yang berbeda sehingga saling melengkapi.

Jika ada masyarakat yang kesulitan menggunakan sistem Kawal Pilpres 2019 maka disarankan untuk menggunakan sistem Kawal Pemilu, demikian juga sebaliknya. 

  1. Adakah tenggat waktu sampai berapa lama Relawan diminta mengunggah foto dan melaporkan hasil penghitungan di TPS?

Ditunggu hingga H+1, yakni Kamis 18 April 2019 pukul 23:59.

 

  1. Bagaimana kendala bagi Relawan di remote area (kepulauan, pedalaman, pegunungan) yang terkendala sinyal?

Aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019 di dalam PeSankita memiliki fleksibilitas dalam menyimpan data unggahan hingga terkoneksi untuk dikirimkan. Jadi, dalam kondisi sinyal tidak ada atau lemah, Relawan tetap bisa mengunggah foto dan data, lalu saat ada sinyal, secara otomatis foto dan data akan terkirim.

 

  1. Dari mana pendanaan Kawal Pilpres 2019?

Semua SDM di Kawal Pilpres 2019, sebagai bagian dari Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau, adalah relawan. Tidak ada bayaran bagi mereka (termasuk Relawan Pelapor dan Moderator). Biaya konsumsi, transportasi, dan lain-lain sebagian berasal dari para Relawan sendiri atau patungan atau dari donasi pribadi. Hal ini menunjukkan independensi Kawal Pilpres 2019.

 

  1. Apakah publikasi pencarian relawan Kawal Pilpres dapat diviralkan dengan bebas (WhatsApp, Twitter, Facebook, Line, Instagram), lalu bagaimana dengan keharusan penggunaan Kode Referensi?

Ada dua opsi dalam metode pencarian relawan, yakni terbuka (viral di medsos, sebar di grup-grup percakapan) dan tertutup (melalui jalur pribadi atau jaringan tertentu). Keduanya dipersilakan, namun tetap menggunakan Kode Referensi untuk bisa menelusuri jejak relawan dalam proses verifikasi.

Misal: Seorang pimpinan organisasi menyebarkan viral ajakan menjadi relawan Kawal Pilpres 2019 dengan mencantumkan Kode Referensi yang dikeluarkan oleh sistem aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019 di dalam aplikasi PeSankita Indonesia di gawainya. Penyebaran yang meluas (berkali lipat) ke anggota organisasi tersebut, bisa dengan tetap menggunakan Kode Referensi sang pimpinan atau Kode Referensi dari anggota-anggota di bawahnya yang sudah mengunduh aplikasi PeSankita Indonesia dan menyebarkan Kode Referensi masing-masing mereka.